Semarang, 14 Oktober 2026 — Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Penguatan Kurikulum Program Studi Biologi Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Rabu (14/10/2026). Bertempat di Ruang Sidang Senat, Gedung Kyai Saleh Darat, kegiatan ini mengangkat tema “Penyelarasan CPL, CPMK, Pembelajaran, Asesmen, dan Evaluasi Ketercapaian” sebagai upaya strategis untuk meningkatkan mutu akademik dan mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FST UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., yang menekankan pentingnya keselarasan kurikulum, proses pembelajaran, dan kompetensi lulusan. Pendidikan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan teori, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan praktis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) agar lulusan mampu menghadapi permasalahan yang terus berkembang.

Workshop menghadirkan Rodiyati Azrianingsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., dari Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya, Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni Program Studi Biologi.

Selaraskan Kurikulum dan Perkuat Kompetensi Lulusan

Workshop membahas konsep dan prinsip OBE, dilanjutkan dengan penelaahan desain kurikulum Program Studi Biologi. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi penyempurnaan rancangan kurikulum dengan mengacu pada standar Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), sekaligus memastikan keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan sistem asesmen.

Penguatan implementasi OBE juga diarahkan pada pengembangan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif melalui pendekatan berbasis masalah (problem-based learning) dan berbasis tim (team-based learning). Selain penguasaan teori, kurikulum perlu memberikan ruang yang memadai bagi pengembangan keterampilan praktis mahasiswa melalui praktikum, kerja lapangan, bioinformatika, Sistem Informasi Geografis (GIS), serta penerapan metode standar dalam bidang biologi.

Dekan FST UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., menegaskan bahwa kurikulum harus mampu menjawab perubahan kebutuhan dan tantangan di masyarakat.

“Kita harapkan lulusan harus sesuai kurikulum. Pembelajaran bukan hanya membuat mahasiswa memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan dan praktik lapangan. Mahasiswa juga harus menyadari bahwa permasalahan berubah dari tahun ke tahun. Karena itu, pembelajaran perlu menyiapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills),” ungkapnya.

Langkah Strategis Menuju Peningkatan Mutu dan Akreditasi

Penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian dari komitmen Program Studi Biologi FST UIN Walisongo untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penyelarasan CPL, CPMK, pembelajaran, asesmen, dan evaluasi ketercapaian diharapkan menghasilkan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Upaya ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mempersiapkan program studi menghadapi proses akreditasi. Melalui kurikulum yang adaptif dan terintegrasi, Program Studi Biologi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu biologi, tetapi juga terampil, kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di tingkat nasional maupun global.