Belajar Potensi Kemaritiman, Mahasiswa Prodi Biologi Kunjungi BBPAB Jepara


Biologi Walisongo-online, – Potensi di sektor kemaritiman yang ada di Indonesia dapat dikembangkan untuk menopang kebutuhan pangan nasional. Potensi yang ada ini menjadi tantangan kedepan.

“Khususnya bagi mahasiswa Biologi yang sehari-hari belajar mengenai biologi laut dan ekosistem pesisir,” kata Abdul Malik, M.Si, dosen pembimbing lapangan dari Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah saat melakukan Kuliah Kerja Lapangan ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBAP) Jepara.

Saat Kuliah Kerja Lapangan, sebanyak 74 mahasiswa UIN Walisongo dilibatkan secara bersama – sama. Para mahasiswa juga belajar mengenai beberapa komoditas unggulan yang dikembangkan oleh BBPBAP Jepara, seperti Udang Windu, Vaname dan Rumput laut.

“Upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan yang baik juga harus dipelajari dengan baik oleh mahasiswa. Ini agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” jelas Abdul Malik, yang merupakan alumni Ilmu Lingkungan UNDIP ini.

Kegiatan KKL ini langsung diterima dan disambut dengan baik oleh Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo, A.Pi. Kegiatan yang merupakan agenda tahunan prodi Biologi UIN Walisongo Semarang ini, dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam mengenai kekayaan sumber daya laut yang ada di Indonesia.

“Mahasiswa sudah seharusnya belajar dan turut mengembangkan industri di sektor perikanan dan kelautan,” kata Kepala BBPAB Jepara Sugeng Raharjo, A.Pi.

Selain mahasiswa, turut hadir dalam kegiatan ini, dosen Jurusan Biologi Naufal Attaqi, M.Sc dan pendamping lapangan Ghani Ghaffar Geraudy, S.Pd.

Mahasiswa Biologi UIN Walisongo Sumbang Medali Perak dan Honorable Mention OSKI 2019

Prestasi cukup membanggakan diraih kontingen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang pada gelaran Olimpiade Sains dan Karya Inovasi (OSKI) 2019. Kamis, (14/11/19)
Pada Kompetisi Nasional yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI ini, FST Uin Walisongo berhasil meraih gelar juara II dan Honorable Mention pada lomba Bidang Biologi. Nelly Vikiladyla Della (Mahasiswa Pendidikan Biologi) mendapatkan medali perak, sedangkan Ami Nurohmah (Mahasiswa Prodi Biologi) mendapatkan penghargaan honorable.

Keduanya telah menjalani serangkaian tahap sebelum akhirnya dapat meraih gelar penghargaan pada babak final yang diselenggarakan di UIN Alauddin Makasar ini (14-15 November 2019). Dari venue OSKI 2019, Dosen Pembimbing Bidang Biologi, Arnia Sari Mukaromah, M.Sc bersama Anita Fibonnaci, M.Pd Dosen Pembimbing Bidang Kimia mengucapkan syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh perjuangan kontingen Uin Walisongo pada OSKI 2019 ini

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar UIN Walisongo Semarang, Juga Selamat kepada seluruh finalis OSKI dari FST UIN Walisongo atas kerja keras dan perjuangan yang luar biasa untuk alamamter” Terang Arnia

Dekan FST Uin Walisongo Semarang, Dr. H. Ismail, M.Ag turut bangga atas prestasi dan dedikasi luar biasa dari kontingen OSKI UIN Walisongo Semarang, meski pada penghargaan tahun kali ini, UIN Walisongo belum mampu masuk pada tiga besar juara umum, tapi apa yang telah dilakukan oleh para Mahasiswa dan pembimbing patut untuk diapresiasi.
“Atas nama pimpinan Fakultas, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua unsur yang terlibat dalam keikutsertaan kita pada gelaran OSKI Tahun ini, terkhusus kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing terima kasih sebesar-besarnya atas perjuangan untuk FST UIN Walisongo Semarang” Ucap Ismail

Lebih lanjut Dekan FST menambahkan, bahwa kedepan pembinaan kepada para mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan olimpiade ilmiah akan lebih ditingkatkan.
“Semoga setiap tahun akan ada peningkatan prestasi dari para mahasiswa FST Uin Walisongo Semarang, untuk itu kami telah siapkan untuk membentuk tim khusus Dosen yang akan mengelola kegiatan-kegiatan perlombaan Ilmiah kedepannya, mudah-mudahan itu akan menaikan prestasi kita” Harap Dekan FST

OSKI tahun 2019 ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama. Sebanyak 646 peserta dari 29 PTKI berkompetisi pada 14-15 November di Uin Makasar. Sementara itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampil sebagai juara umum pada tahun ini dengan total 16 medali, disusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan total 5 Medali, dan tuan rumah UIN Alauidn Makasar dengan total 4 medali.

Universitas Islam Negeri Walisongo Jalin Kerjasama Dengan Griya Taman Anggrek Candi Orchid

Universitas Islam Negeri Walisongo jalin kerjasama dengan Griya Taman Anggrek Candi Orchid. Bertempat di Taman dan Laboratorium Budidaya Anggrek Griya Orchid Jl. Jolotundo I Gayamsari, Kota Semarang, Penandatanganan kerjasama dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Sekertaris Jurusan dan Dosen Jurusan Biologi Serta Bidang Kerjasama Uin Walisongo Semarang.

Bentuk kerja sama yang dilakukan mencakup Penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta peningkatan kompetensi teknis budidaya anggrek bagi mahasiswa di jurusan Biologi.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. H. Ismail, M.Ag mengatakan, kerjasama yang dibangun oleh UIN Walisongo dengan Candi Orchid sangat potensial untuk pengembangan keilmuan di bidang Biologi, khususnya mengenai peningkatan tata kelola budidaya tanaman anggrek, selain itu mahasiswa di Jurusan Biologi juga dapat belajar mengenai hal-hal teknis menyangkut pengelolaan Budidaya Tanaman anggrek lewat praktik kerja lapangan.

“Melalui kerjasama dengan Griya Orchid ini, harapannya UIN Walisongo khususnya Jurusan Biologi dapat berperan melakukan penelitian terhadap potensi Budidaya Tanaman Anggrek, selain itu kesempatan praktik kerja bagi mahasiswa nantinya akan sangat menunjang penyiapan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja” Terang Dr. H. Ismail, M.Ag

CEO sekaligus Pengelola Candi Orchid, Sudibyo Ari Prabowo menyambut baik penandatanganan kerjasama ini, pembudidayaan anggrek di Candi Orchid terus berkembang seiring meningkatnya peminat anggrek di Indonesia. Harapanya selain mahasiswa dapat belajar budidaya tanaman anggrek, mahasiswa juga dapat belajar mengenai potensi kewirausahaan di bidang tanaman anggrek, sebagaimana ia geluti sejak tahun 2004 silam.

“Candi Orchid menyambut dengan tangan terbuka, bila dibutuhkan menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi. di laboratorium dan kebun yang kami kembangkan, selain dapat belajar hal-hal teknis mengenai tanaman anggrek, mahasiswa juga dapat belajar bagaiamana berwirausaha di bidang budidaya tanaman anggrek” Ungkapnya

Turut hadir dalam kegiatan penandatanganan kerjasama tersebut, Sekertaris Jurusan Biologi Baiq Farhatul Wahidah, M.Si, Dosen Biologi Arnia Sari Mukaromah, M.Sc, dan Fajrul Falakh, M.Ling Dosen Ilmu Lingkungan.

KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) MAHASISWA BIOLOGI DI KEBUN RAYA EKA BALI

KKL BALI

Juli 2017, mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi telah melaksanaakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). KKL dilaksanakan selama lima hari, yaitu tanggal 17-21 Juli 2017 dan bertempat di Surabaya dan Bali.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan perkuliahan / pembelajaran kampus, namun lebih cenderung pada observasi langsung ke lapangan yang bisa berupa pengamatan atau mencari informasi. Kuliah semacam ini merupakan program yang wajib dilaksanakan agar para mahasiswa tidak hanya mengenal pelajaran / mata kuliah dalam kelas, namun terjun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan, pemahaman, pembelajaran, dan pengamatan terhadap lingkungan yang berhubungan dengan materi perkuliahan.

Kegiatan KKL diikuti oleh mahasiswa semester lima dari program studi pendidikan biologi yang berjumlah 67 mahasiswa dan biologi berjumlah 25 mahasiswa serta enam dosen pendamping.

Beberapa tempat di Bali yang dikunjungi yaitu, Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Tanjung Benoa, Pulau Penyu, dan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sebagai tempat observasi, dan juga mengunjungi Pantai Pandawa serta Joger. Kebun Raya Eka Karya dan Taman Nasional Bali Barat dipilih karena dapat digunakan untuk observasi tumbuhan dan hewan, yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi serta menyebutkan manfaatnya. Sedangkan di Pulau Penyu dapat digunakan sebagai observasi yang lebih cenderung pada reptil, aves dan mamalia. Kemudian di Surabaya yaitu kunjungan ke Universitas Airlangga (UNAIR). Kunjungan dilakukan lebih tepatnya di Laboratorium Institute Tropical Disease (ITD).

Bapak Wahyudi selaku staf TNBB menyampaikan bahwa Taman Nasional Bali Barat terdapat 17 jenis mamalia dan 160 jenis burung (aves), ada pula berbagai jenis reptil dan ikan. Flora yang telah diidentifikasi di TNBB terdapat sekitar 176 jenis meliputi pohon, semak, tumbuhan memanjat, menjalar, jenis herba, anggrek, paku-pakuan dan rerumputan. “TNBB merupakan habitat terakhir bagi burung jalak bali”, imbuhnya.

Kebun Raya Eka Karya Bali merupakan kebun botani atau taman botani tropis yang luas dan besar di pulau dewata.Koleksi tanaman yang terdapat di Kebun Raya Bali adalah anggrek, tumbuhan paku dan lumut, Begonia, kaktus, tanaman obat, tanaman untuk sarana upacara/ritual agama Hindu, tanaman air, bambu, Rhododendron, Araceae, dan Herbarium.

Adanya KKL ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa diluar kelas, dan dapat menambah relasi dengan instansi yang telah dikunjungi.

Mahasiswa Biologi UIN Walisongo Kuliah Lapangan di Balai Benih Ikan Mijen

kuliah di mijen

Semarang, mahasiswa biologi angkatan 2015 UIN Walisongo Semarang mengadakan kuliah lapangan untuk mendukung proses pembelajaran mata kuliah Akuakultur di Balai Benih Ikan Mijen. Kuliah lapangan ini dilaksanakan selama dua minggu mulai tanggal 15 Mei 2017 sampai tanggal 28 Mei 2017. Kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pengampu mata kuliah Akuakultur Siti Mukhlishoh Setyawati, M.si serta di bimbing langsung oleh Kasubag UPTD BBI Bambang Sujono, S.pi.

Dalam kuliah lapangan ini dilaksanakan praktek dan pengamatan pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan lele (Clarias batrachus), mulai dari proses pemilihan induk ikan, teknik pemijahan serta teknik pendederan pada ikan mas dan ikan lele.

Dalam budidaya ikan mas dan ikan lele terdapat teknik-teknik khusus mulai dari pemilihan induk hingga pendederan. Misalnya, dalam pemilihan induk ikan terdapat teknik khusus untuk memilih indukan ikan yaitu dengan mengamati ciri morfologi dari induk betina dan jantan.

”Salah satu ciri induk ikan betina yang telah matang gonad adalah apabila diurut bagian perut kearah ekor akan mengeluarkan ovum berwarna hijau kekuningan, sedangkan pada jantan organ urogenital akan nampak memerah dan meruncing melampaui pangkal sirip anal”. tutur Bambang Sujono, S.pi

Tujuan diadakannya kuliah lapangan ini adalah agar mahasiswa semakin tertarik dengan mata kuliah yang telah dipilih yaitu akuakultur, dengan langsung terjun ke lapangan serta praktek sekaligus mengamati cara pembudidayaan dari ikan mas dan ikan lele. Adanya kegiatan ini juga diharapkan dapat membuat mahasiswa lebih mudah menangkap ilmu serta wawasan yang diberikan karena kuliah dilaksanakan dengan cara yang lebih menyenangkan.

Menurut Siti Mukhlishoh Setyawati,M.Si“ kuliah lapangan ini diadakan agar perkuliahan dapat lebih menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah memperoleh wawasan terkait mata kuliah akuakultur terutama mengenai pembudidayaan ikan, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk melengkapi teori mata kuliah akuakultur yang telah di berikan”.

Hasil dari kuliah lapangan di BBI Mijen selama dua minggu ini adalah larva ikan mas berukuran 0.6-0.7 cm, sedangkan untuk pembenihan ikan lele tidak memperoleh hasil dikarenakan ikan lele gagal memijah akibat belum matang gonad.

Mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi UIN Walisongo Praktik Lapangan di Volva Indonesia

volva indonesia

Antusiasme mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang berjumlah 50 orang  nampak jelas terlihat saat mengadakan praktik lapangan di Volva Indonesia dan rumah makan Jejamuran di Sleman Yogyakarta Minggu (16/4). Rombongan didampingi oleh Dosen Pembimbing Dr Lianah dan Sarah Febriyanti MSi.

Menurut Dr Lianah, bahwa tujuan praktik untuk menambah pengetahuan tentang beraneka macam jamur dan cara pembuatan bibit.

“Mulai dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus) terdiri dari warna putih, merah,coklat, abu-abu, jamur merang (Volvarela volvace) yang terdiri warna coklat dan putih, jamur kancing (Agaricus bisporus) putih, coklat dan Portabello, jamur Nameko (Philiota nameko),” kata Dr Lianah.
foto: suaramerdeka.com/dok

Dia menambahkan, bahwa masing-masing jamur memiliki khasiat untuk makanan, minuman, dan obat. Cara budidaya tergantung pada parameter lingkungan jamur tersebut. Contoh: jamur Nameko membutuhkan suhu kurang dari 20 derajat Celcius. Sehingga dalam ruang tersebut diberi AC dengan suhu 16 derajat Celcius.

“Karena jamur tersebut berasal dari kawasan subtropis (Eropa). Selain bisa dimakan (edible mushroom), jamur Nameko juga berkhasiat sebagai obat. Cara budidaya sebenarnya sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya besar. Karena media tanam berasal dari limbah pertanian (jerami dan serbuk gergaji),” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Lianah mengharapkan mahasiswa mempunyai pengetahuan yang lebih tentang budi daya jamur dari yang dipraktikkan di kampus dan kelak dapat dimanfaatkan di masyarakat. Hal tersebut untuk mendukung pangan lokal yang bernilai gizi, murah dan mudah didapatkan.

Selain itu, kegiatan ini juga terkait erat dengan Bioenterpreneurship, dimana  mahasiswa diajarkan untuk berwirausaha dengan memanfaatkan ilmu biologi yang dimiliki, salah satunya dengan wirausaha budidaya jamur seperti yang ada di Jejamuran Yogyakarta

“Selain itu mahasiswa diajak ke rumah makan Jejamuran untuk membuktikan dan merasakan olahan dari aneka jejamuran. Contoh menu yang paling favorit adalah untuk makanan King Oyster lada hitam. Sedangkan untuk minuman yaitu Summer breeze yang dibuat dari jamur Inaoki (jamur tauge). Di sana juga dijual berbagai produk jamur dalam kemasan,” jelasnya.

Lianah mengatakan, jika dikaitkan dengan yang diajarkan di UIN Walisongo Semarang melalui Unity of Science, bahwa pembelajaran harus dikaitkan dengan dasar hukum agama.

“Sebagai contoh dalam hadist yang berkaitan dengan jamur, Hadist riwayat muslim dari Said bin Zaid menjelaskan bahwa: aku mendengar Rasulullah bersabda Kam’at (jenis jamur) adalah bagian dari dunia jamur. Airnya adalah obat penyakit mata,” paparnya.

Sementara CV Volva Indonesia didirikan oleh Ratidjo Harjo Suwarno pada tahun 1997. Sedangkan rumah makan Jejamuran didirikan pada taun 2006. Sebelum menjadi rumah makan yang sedemikian besarnya, diawali dari angkringan.

Karyawan di CV Volva Indonesia berjumlah 70 orang. Sedangkan Rumah Makan Jejamuran memiliki tenaga 200 orang. Dengan kata lain, berbisnis jamur dapat memberi lapangan pekerjaan dan menyejahterakan masyarakat sekitar dengan pemberian gaji di atas UMR Sleman. Oleh karena itu patut untuk dicontoh. Dengan ilmu yang tidak terlalu tinggi, namun dengan berani mencoba dan tidak takut dengan kegagalan, maka kesuksesan dalam membudidayakan jamur dapat dimanfaatkan sesuai dengan keberadaan lingkungan dan hasil lebih maksimal.

Rombongan diterima oleh Arif Nugroho perwakilan dari CV Volva Indonesia dan selanjutnya beliau memberikan penjelasan dari awal hingga akhir kunjungan. Di akhir kunjungan Dr Lianah menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan CV Volva Indonesia bagi rombongan.

“Kami puas terhadap pelayanan yang diberikan. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan menjadi ilmu yang bermanfaat,” tandasnya.(Setiawan Hendra Kelana/CN40/SM Network)

Mahasiswa Biologi UIN Walisongo Study Banding ke Biologi UNDIP

undip

Sebagai upaya mewujudkan kelembagaan pendidikan yang profesional dan berstandar nasional, Sejumlah 36 mahasiswa Jurusan Biologi UIN Walisongo Semarang melakukan study banding ke laboratorium biologi Universitas Diponegoro Semarang pada hari Senin, 09 Januari 2017. Para mahasiswa dibimbing dan didampingi oleh Kusrinah, M.Si (Kajur Biologi), Siti Mukhlishoh, M.Si (Sekjur Biologi), Sumiati, S.Pd (Laboran Biologi), dan Ghani, S.Pd (Asisten Laboratorium Biologi).

“Tujuan study banding ini adalah sebagai aplikasi mata kuliah teknik laboratorium untuk mengenalkan cara penggunaan alat-alat laboratorium yang belum terdapat di lab Biologi UIN Walisongo dan sebagai titik awal kerja sama dalam bidang penelitian Biologi”, tutur Kusrinah, M.Si. Dalam studi banding tersebut para peserta disambut langsung oleh dekan Fakultas sains dan matematika, Prof. Widowati, M.Sc dan ketua Departemen Biologi, Dr. Endah dwi hastuti, M.Sc yang dalam sambutannya memberikan kesempatan mahasiswa biologi UIN Walisongo untuk melakukan penelitian di sana dan membuka pintu lebar bagi sarjana Biologi UIN walisongo yang ingin melanjutkan studinya di program pascasarjana biologi UNDIP.

Mahasiswa Biologi UIN Walisongo sangat antusias dengan adanya studi banding ini karena mendapatkan pembekalan dari tim UNDIP terkait pentingnya pemanfaatan jenis-jenis laboratorium untuk penelitian seperti di laboratorium Bioteknologi, laboratorium fisiologi hewan,  fisiologi tumbuhan, laboratorium terpadu dan laboratorium teknologi pangan. Mahasiswa juga ditunjukkan dan dijelaskan cara pemeliharaan hewan coba (tikus) sebagai objek dalam penelitian Biologi.

Kegiatan seperti ini penting diadakan dan bisa di follow up oleh civitas akademika Biologi UIN Walisongo guna mewujudkan visi menjadi Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban sehingga melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik dan profesional dengan keluhuran budi yang mampu menerapkan dan mengembangkan kesatuan ilmu pengetahuan.

Peringati Hari Bumi, Mahasiswa Biologi Tebar 5000 Ekor Benih Ikan

IMG-20170422-WA0032-660x330

Dalam memperingati Hari Bumi pada tanggal 22 April, mahasiswa HMJ Biologi  bekerjasama dengan BEM Fakultas Sains dan Teknologi  mengadakan kegiatan Bersih Kanal dan Tebar Benih Ikan sebanyak 5000 ekor berukuran 6 cm di Sungai Banjir Kanal Barat. Tujuan diadakan kegiatan ini supaya mahasiswa lebih peduli kepada lingkungan. Benih ikan berasal dari Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jawa Tenga

Sungai Banjir Kanal dipilih sebagai lokasi penebaran benih karena sungai tersebut menjadi lokasi favorit pemancingan masyarakat di kota Semarang. Selain itu Dinas Provinsi Jawa Tengah sudah mencanangkan sungai tersebut sebagai area wisata air termasuk di dalamnya pemancingan. Oleh karena itu ditebarkan benih, supaya ikan dapat hidup dengan bebas dan dimanfaatkan masyarakat untuk memancing.

Kegiatan ini didukung oleh Dr Lianah, peraih Kalpataru 2016 tingkat Jateng  sebagai pembina lingkungan  dan acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Ruswan,serta dosen pendamping Syaifullah Hidayat M.Sc, Mirtaati Na’ima M.Sc dan Sarah Febriani M.Si bersama dengan Lurah Kelurahan Krobokan  Bapak Suparno, Bapak Kasan  perwakilan dari Polsek Semarang Barat dan mahasiswa berjumlah 40 orang yang terdiri dari HMJ Biologi,  BEM FAK SAINSTEK dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam sambutannya Dr. Ruswan menyatakan bahwa kegiatan ini wujud kepedulian UIN Walisongo terhadap lingkungan. Lurah Krobokan menambahkan bahwa baru UIN Walisongo yang peduli dengan Semarang khususnya Krobokan. Semoga akan ada kegiatan lainnya di Krobokan berupa tanam pohon buah-buahan. Di akhir sambutannya Lurah memberi pesan kepada mahasiswa untuk menjadikan apapun yang dimiliki dan dilakukan sebagai doa dan syukur. Selain itu pesan selanjutnya dengan mengutip pesan orang Jawa bahwa ” wong nyambut gawe gamane sregep, mulane dadi mahasiswa yo sing sregep”.

Maila Shofa selaku perwakilan HMJ BIologi Fak Sainstek menambahkan kegiatan hari ini juga bertepatan dengan Hari Kartini tanggal 21 April dan sebagian besar peserta kegiatan perempuan yang berkerudung merah muda. Kerudung Merah muda dipilih sebagai dress code yang harus dikenakan dalam acara,  karena lambang kewanitaan yang diharapkan dari mahasiswa ini muncullah benih emansipasi wanita yang peka terhadap lingkungan dan kegiatan berkelanjutan di lingkungan sekitar masing-masing. Dia berpendapat bahwa dipilihnya kegiatan baksos bersih kanal dan tebar benih karena ingin melakukan hal berbeda dalam hari Bumi dari tahun sebelumnya yang selalu menanam pohon.

Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswa cinta terhadap lingkungan dan masyarakat dapat menikmati ikan yang ditebar tersebut saat sudah besar .

Dalam memperingati Hari Bumi tidak hanya sebatas kegiatan penebaran benih saja, namun  bersamaan dengan kegiatan ini, mahasiswa UIN Walisongo Semarang  juga mengadakan  penanaman Mangrove di Pantai Tirang Tugurejo Kecamatan Tugu s ebanyak 3000 Bibit Mangrove didapat dari Dinas Kehutanan Provinsi Jateng  dan Dinas kelautan dan Perikanan.

Harapannya dapat membantu pencegahan abrasi di  pantai Tirang yang semakin hari semakin meluas.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan Unity of Science bahwa Allah Swt pun telah melarang manusia untuk merusak bumi dalam QS Al A’raf 56 “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi telah (diciptakan) dengan baik berdoalah kepadaNYA dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya Rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”.

“Salam Lestari. Salam Konservasi dan Selamat Hari Bumi”

Dosen dan Mahasiswa Biologi Mengikuti Pameran Internasional Pendidikan

aaa-660x330

Gaun dari pengelolaan limbah plastik buah karya mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo, turut memeriahkan Pameran Internasional Islamic Education Expo (IIEE), Selasa s.d Jumat (21-24/11).

Pameran yang diselenggarkan oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam (Pendis) Kemenag RI di Serpong, Tanggerang, Banten tersebut, menyediakan 200 stan untuk Perguruan Tinggi (PT) dalam negeri maupun luar negeri.

Dosen Biologi UIN Walisongo, Lianah mengatakan, gaun pengantin berwarna hitam kuning tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk foto bersama. Produk lain berbahan limbah sampah diantaranya, tas-tas cantik berbahan bungkus rinso, handy craft, dompet dan tempat aqua.

“Selain produk berbahan limbah plastik, mahasiswa FST pun membuat sabun berbahan biji anggur dan lulur berbahan bengkuang,” ungkap Lianah saat ditemui reporter skmamanat.com di kantornya, Kamis (23/11).

Menurut Lianah, pesan bahwa sampah dapat membawa berkah harus dipraktikan pada tiap rumah tangga. Harapannya, tentu agar sampah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat.

“Slogan kami yang utama yaitu biarlah kami mengolah sampah tapi bisa jadi berkah pergi ke mekah dan madinah asalkan tidak menjadi sampah masyarakat,” tegasnya.

Reporter: Fajar Bahruddin A.
Editor : Fareh Hariyan ( SKM Amanat )

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Technopreneur Pengelolaan Sampah

technopreneur-660x330

 

Belum dimilikinya sistem pengelolaan sampah di Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, mendorong Tim Posko 39 Kuliah Kerja Lapangan (KKN) MIT 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar seminar technopreneur dan pameran produk di desa tersebut.

Seminar dan pameran yang diinisiasi tim KKN dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs Saekhu, MHum itu, diikuti oleh Kepala Desa Setya Pribadi dan warga setempat.

Adapun produk yang dipamerkan merupakan hasil karya dari sampah dan limbah makanan yang masih bernilai gizi. Inovasi ini sekaligus sebagai jawaban untuk mengatasi rawan pangan dalam menghadapi perubahan iklim yang ekstrem.

Selain itu, seminar ini turut mengajak masyarakat untuk peduli pada sampah terutama sampahnya sendiri. Bahwa sampah bukan sesuatu yang sudah tidak berguna namun bila dikelola dengan baik akan menjadi barang berharga. Barang kerajinan yang dipamerkan atau sumberdaya lain bisa menjadi tambang emas di masa mendatang.

Ketua panitia, Wildan Fahruddin mengungkapkan, pembicara dalam seminar kali ini adalah Dr Lianah, Dosen Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup dari UIN Walisongo yang juga mantan alumni Doktor Ilmu lingkungan UNDIP. Pembicara kedua, Arief Hidayatullah Tahharim, enterprise produk olahan sampah Geulis Skincare Krukupi cabang area Jawa Tengah, dan Min Ayatin Ainunnisak, owner Otshopgeutl Shop yang juga Mahasiwa PGMI FITK UIN walisongo.

Seminar juga dihadiri oleh tamu undangan dari posko lainnya untuk berbagi pengalaman sehingga menambah kekayaan pengetahuan. Ibarat pepatah sambil menyelam minum air, sembari KKN, juga mendapat pengetahuan baru serta nilai baik.

Tak sekadar nilai yang didapat tetapi juga pengalaman yang sangat berharga yang tidak ditemukan di kampus. Yakni dengan mengabdi kepada masyarakat dan mendapatkan ilmu yang tidak ditemukan di bangku kuliah.

 

sumber  : http://berita.suaramerdeka.com/mahasiswa-kkn-uin-walisongo-gelar-technopreneur-pengelolaan-sampah/