WHRC BEKERJASAMA DENGAN DINKESWAN RESMIKAN PROGRAM PELATIHAN JULEHA UNTUK MAHASISWA UIN WALISONGO

Semarang- Walisongo halal risert center (WHRC) UIN Walisongo Semarang pada hari Rabu  (28/12) bertempat di Hotel C3 Ungaran Kab. Semarang Adakan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Dinas peternakan dan kesehatan Jawatengah (Dinkeswan). Dalam Acara ini diadakan dengan tujuan menjalin Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Simplifikasi (KISS) halal melalui bentuk pendidikan dan pengabdian pada masyarakat Jawa Tengah.

 

Dalam laporannya ketua LP2M UIN Walisongo Semarang Dr. H. Sholihan, M.Ag memaparkan WHRC bersama Dinkeswan akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentang penyediaan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) sebagai upaya memberikan jaminan ketentraman batin masyarakat, selain itu akan melakukan hasil penelitian terkait produk hewan yang ASUH serta menyediakan tenaga pendamping pada kegiatan Hari Besar Keagamaan (HBKN)

 

Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM (Kepala Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan) mengatakan  kerjasama ini akan dilaksanakan minimal 3 tahun untuk pelayanan hewan yang ASUH dan lebih optimal akan mempercayakan  kepada mahasiswa tingkat akhir UIN Walisongo dan masyarakat untuk mengikuti pelatihan Juru sembelih halal (JULEHA), Bucher dan pengulitan ternak (skinning) serta memberikan fasilitas pelatihan JULEHA, Bucher dan Skinning.

Pelantikan IMAPELA (Ikatan Mahasiswa peduli halal) UIN Walisongo Semarang


Semarang- Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang Selasa (28/02) mengadakan Pelantikan IMAPELA yang bertempat di Audit 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Acara ini dihadiri oleh 30 dosen UIN Walisongo dan 500 mahasiswa. IMAPELA ( Ikatan Mahasiswa Peduli Halal ) UIN Walisongo yang berada pada naungan Walisongo Halal Riset Center (WHRC), pelantikan tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Suparman Syukur, M.Ag. Wakil Dekan I bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi. . Diawali dengan Istighosah bersama, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. H. Ruswan, MA menuturkan IMAPELA ini harus memberi contoh kepada mahasiswa yang lain dan masyarakat agar dalam bertindak dan memakan apapun harus lebih teliti dalam mengkaji halal dan tidaknya. Dr. Lianah, M.Pd pada sambutannya menuturkan untuk seluruh mahasiswa di UIN Walisongo agar peduli pada halal bukan hanya terjutu pada IMAPELA saja melainkan itu adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghadirkan suasana halal dalam seluruh aspek kehidupan kita. Ketua WHRC UIN Walisongo semarang Dr. H. Ahmad Izuddin, M.Ag menambahkan agar IMAPELA dapat membibitkan semangat halal bersama-sama dengan WHRC kepada masyarakat Jawa Tengah, terkhusus diharapkan mampu mengawal dan meggerakkan halal pada produk-produk yang bererdar di UIN Walisongo, Beliau juga menekankan untuk seluruh mahasiswa agar sadar hukum atas produksi halal karena begitu pentingnya produk halal bagi kehidupan, dan diharapkan IMAPELA juga mampu mengawal berlangsungnya UU No.33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal (JPH).

Antisipasi Dampak Abrasi, Mahasiswa UIN Walisongo Tanam Mangrove di Pantai Mangkang

WhatsApp Image 2017-10-22 at 23.14.12 (1)
Minggu, 22 Oktober 2017, Sebanyak 75 Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan penanaman 1500 tanaman mangrove di Pantai Mangunharjo Mangkang Semarang. Acara penanaman mangrove ini merupakan serangkaian acara OPABIO (Orientasi Pengenalan Biologi) yang diadakan oleh himpunan mahasiswa Jurusan Biologi. “Acara ini adalah acara taaruf dan makrab untuk mahasiswa baru yang dikemas dengan adanya penanaman mangrove sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan”, Kata Maila Shofa selaku Ketua HMJ Biologi UIN. Puluhan mahasiswa yang didampingi oleh Dr. Ruswan, M.A. (Dekan Saintek UIN Walisongo), Saifullah Hidayat, S.Pd., M.Sc. (Dosen Biologi), Sururi (Aktivis Lingkungan) dan didukung oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.
Mangrove yang ditanam berjenis Rhizophora sp. (bakau) yang memiliki akar tunjang. Mangrove dikenal sebagai tanaman yang berfungsi sebagai “green belt” atau sabuk pantai yang dapat melindungi dari dampak abrasi. “Generasi sekarang harus melakukan upaya koservasi terhadap lingkungan untuk menjaga kelangsungan hidup generasi yang akan datang atau anak cucu kita” tutur Ruswan dalam sambutannya di acara OPABIO.
Sebagai aktivis lingkungan, Sururi berharap agar para mahasiswa menjadi garda depan dan memiliki kepedulian dalam penyelamatan lingkungan. Lingkungan rusak akibat perbuatan manusia, maka manusialah yang paling bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Red. Saifullah Hidayat